Jumat, 12 September 2014

Mari kita Kenali Syahadat Islam Kita

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa pemeluk agama islam sungguh luar biasa banyaknya. Seseorang jika hendak menganut ISLAM maka diwajibkan atasnya membaca 2 kalimat syahadat yaitu : "ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.". Dimana arti nya secara umum adalah : "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah utusan Allah." dan rupanya makna dari kalimat tersebut belum dilakukan secara baik.

Kalau dilihat dari fenomena masyarakat kita yang masih tercampur dengan keyakinan nenek moyang pendahulunya yang mungkin masih berpemahaman agama lain , contohnya adalah acara-acara seperti sedekah bumi, sedekah laut, sajenan sawah, pake gelang , pake jenis-jenis tumbuhan tertentu yang ditaruh dirumah, kemenyan yang dibakar pada waktu-waktu tertentu dan sebagainya yang tidak dapat dapat sebut satu-satu. Maka apakah itu disebut syirik dan yang melakukannya disebut musrik?


Jawabannya adalah Allah SWT itu tidak boleh disekutukan, yang dimaksud disekutukan adalah adanya penanding Allah baik dengan cara apapun. Allah SWT sudah memberikan tradisi-tradisi / kebudayaan langsung melalui nabi/ rasulnya dan dirangkum dalam Al-Qur'an dan Al-hadist. Jadi segala sesuatu itu harus ikut kepada Kitab Al-Qur'an. Jika ada kebudayaan yang menjerumuskan ke kesyirikan jelas ini dosa besar. Jika kita meminta bantuan kepada selain Allah maka itu adaah syirik.

Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo'a kepada selain Allah disamping berdo'a kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo'a dan sebagainya kepada selainNya.

Karena itu, barangsiapa menyembah selain Allah berarti ia meletakkan ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, dan itu merupakan kezhaliman yang paling besar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. "Artinya : Sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar"[ Luqman: 13]

Allah tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik kepadaNya, jika ia meninggal dunia dalam kemusyrikannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. "Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar".[An-Nisaa': 48]

Surga-pun Diharamkan Atas Orang Musyrik. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
Artinya : Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun"[ Al-Maa'idah: 72]

Syirik Menghapuskan Pahala Segala Amal Kebaikan. Allah Azza wa Jalla berfirman.
Artinya : Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan"[Al-An'aam: 88]

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. "Artinya : Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-Nabi) sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi"[Az-Zumar: 65]

Syirik adalah dosa besar yang paling besar, kezhaliman yang paling zhalim dan kemungkaran yang paling mungkar. masuk neraka

Nah sebagai contoh ketika Gunung Slamet dikabarkan mau meletus lalu kemudian dikabarkan (dari sumber yang tidak jelas) disuruh menaburkan beras atau menaruk janur kuning, batok kelapa dan 2 lembar daun salam ditaruh diatas pintu. Lantas apakah kebudayaan ini dianjurkan di Al-Qur'an dan Al-Hadist?  apakah Nabi Muhammad SAW menyarankan?

“Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka yang apabila tertimpa musibah mengucapkan, ‘Kami berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya” (QS 2:155-156).

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,..” (QS. Al-Baqarah: 153)

Kami sebutkan salah ayat tentang musibah walaupun banyak sekali ayatnya. ayat diatas menyuruh kita bersabar dalam menghadapi musibah , dan kita akan kembali kepadaNya dan dianjurkan terus shalat agar kita ditolong. Berarti kita wajib meminta pertolongan hanya kepada Allah bukan? tidak boleh kepada jin / manusia lain jika sedang ada musibah.

Jika gunung slamet mau meletus apakah dibenarkan mempercayai anjuran juru kunci gunung tersebut? bukankan harus percaya kepada Allah? Siapakah juru kunci? apakah ia berhak memutuskan gungung meletus atau tahu secara detail kapan gunung meletus? Semua yang Ghaib hanya diketahui oleh Allah SWT.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." Al-An'am ayat 59 

Jadi kalau ada org yang mengaku pinter / tahu  atau pinter meramal sesuatu jelas itu kedustaan yang nyata. dan ini jangan dibandingan dengan Nabi / Rasul karena mereka adalah utusan pembawa pesan dari Allah.

Ketika fenomena tradisi meminta pertolongan jin masih dilakukan maka kita sudah syirik atau menyekutukan Allah SWT. Kita sama saja sudah berdosa melakukan dosa terbesar yang sulit diampuni.

Allah SWT itu ESA , satu , awal dan akhir tidak memiliki anak, dan tidak diperanakan. tidak beristri tidak bersuami (Al-Ikhlas) jadi kalau yang dianggap ESA itu adalah banyak lebih dari satu apakah itu ESA?

Masih contoh sedekah bumi? apakah ada anjuran dari sedekah bumi? jelas tidak ! adanya disuruh sedekah ke manusia. Apakah ada anjuran untuk berkurban untuk bumi / laut? jelas tidak! adanya sedekah untuk mereka yang membutuhkan. Apakah tidak sayang makanan yang dikubur di bumi / di buang kelaut? masih banyak loh yang butuh makan? 

Atau sebar beras sayang sekali beras dibuang-buang mending disedekahkan? Jin terus menggoda manusia denga sifat setannya untuk menyesatkan kita dalam kesyirikan.

Budaya-budaya itu jelas syirik yang nyata. Meminta bantuan dukun jelas itu syirik yang nyata yang merusak islam kita dan membawa kita ke neraka. Walau itu tradisi nenek moyang kalau ujung-ujungnya jadi minta bantuan jin / setan jelas itu syirik. Sedekah bumi sebenarnya minta tolong sama siapa? sedekah laut sebenernya minta tolong sama siapa, pasang janur dll sebenarnya minta pertolongan sama siapa? apakah sama Allah SWT? jelas bukan! itu jelas kepada Jin / Syetan. Karena Allah itu sudah memberikan tradisi / kebudayaan itu pasti disebutkan dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist , Allah sudah berfirman bagaimana cara meminta bantuan kepadanya bagaimana minta pertolongannya. Semoga kita terhindar dari fitnah kesyirikan yang meraja lela. mengahancurkan iman islam kita.

Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar